Satwa yang dapat beradaptasi dengan lingkungan ekstrem namun tidak semua satwa dapat bertahan hanya beberapa satwa yang kuat bisa bertahan. Alam liar penuh dengan tantangan, dari panas membara di gurun hingga dingin membekukan di Kutub. Tapi, ada banyak satwa yang nggak cuma bertahan mereka justru berkembang di lingkungan yang bagi kita terasa mustahil untuk dihuni.
Dari unta yang bisa bertahan berhari-hari tanpa air, sampai tardigrade yang bahkan bisa selamat di luar angkasa, yuk kenalan sama satwa-satwa tangguh yang berhasil menaklukkan habitat paling ekstrem satwa yang beradaptasi di Bumi.
Unta Raja Gurun yang Bisa Bertahan Tanpa Air
Unta dikenal sebagai “kapal padang pasir” karena kemampuannya bertahan tanpa air hingga dua minggu! Ini berkat lemak yang tersimpan di punuknya, yang bisa diubah menjadi energi saat mereka kekurangan makanan dan air.
Adaptasi luar biasa
- Darahnya nggak mengental walau kehilangan banyak cairan, jadi unta tetap bisa beraktivitas meski dehidrasi.
- Hidungnya bisa menyaring debu dan menjaga kelembapan udara saat bernapas.
- Kakinya lebar untuk berjalan di pasir tanpa tenggelam.
Beruang Kutub Ahli Bertahan di Dingin yang Ekstrem
Dengan suhu yang bisa turun hingga -50°C, Kutub Utara bukan tempat yang ramah. Tapi beruang kutub bisa bertahan karena memiliki dua lapisan bulu tebal dan lemak hingga 10 cm di bawah kulitnya yang berfungsi sebagai insulasi alami.
Hidungnya bisa mendeteksi makanan dari jarak 1 km. Kakinya berbulu tebal agar nggak licin saat berjalan di es. Warna bulunya putih sebagai kamuflase, tapi kulitnya sebenarnya hitam untuk menyerap panas matahari.
Rubah Fennec Si Kecil yang Menaklukkan Gurun
Dengan tubuh kecil dan telinga super besar, rubah fennec adalah ahli bertahan hidup di suhu ekstrem. Telinganya yang besar bukan cuma lucu, tapi juga membantu membuang panas tubuh, sehingga mereka tetap sejuk di siang hari. Bisa mendapatkan air dari makanan, jadi nggak perlu sering minum.
Kaki berbulu tebal untuk melindungi dari pasir panas. Aktif di malam hari (nokturnal) untuk menghindari panas terik siang hari.
Penguin Kaisar Pejuang Hidup di Kutub Selatan
Di suhu yang bisa mencapai -60°C, penguin kaisar punya cara luar biasa untuk bertahan hidup. Mereka hidup dalam kelompok besar dan saling merapatkan tubuh untuk berbagi panas (mirip strategi manusia pakai jaket tebal di musim dingin).
Lapisan lemak tebal yang menjaga suhu tubuh tetap stabil. Sayap pendek dan tubuh aerodinamis untuk berenang cepat mencari makanan. Kaki bersisik untuk mengurangi kehilangan panas tubuh.
Tardigrade Makhluk yang Bisa Bertahan di Luar Angkasa
Tardigrade adalah makhluk mikroskopis yang bisa bertahan dalam kondisi yang bikin hewan lain langsung tewas. Mereka bisa hidup tanpa air selama puluhan tahun, bertahan di suhu ekstrem dari -272°C hingga 150°C, bahkan bertahan dari radiasi luar angkasa.
Kehebatan tardigrade
- Bisa masuk ke kondisi “mati suri” (cryptobiosis) untuk bertahan hidup.
- Tahan terhadap tekanan tinggi di dasar laut maupun ruang hampa udara.
- Pernah dikirim ke luar angkasa dan tetap hidup.